Subscribe:

Ads 468x60px

Sample Text

Rabu, 26 Desember 2012

Contoh Makalah Geografi Regional Indonesia



LETAK INDONESIA SECARA UMUM

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Geografi Regional Indonesia
Yang di bimbing oleh  Sanuriawati, M.Pd




Oleh  :

EDUARDUS KOPA





FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI GEOGRAFI
UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG



                                                       












KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Puji  syukur alhamdulillah penyusun dapat menyelesaikan makalah dengan judul Letak Indonesia Secara Umum.
Pada kesempatan ini penyusun menyadari bahwa penyusunan makalah ini dapat terselesaikan karena adanya bantuan beberapa pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini, izinkanlah penyusun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sanuriawati, M.Pd sebagai dosen pembimbing mata kuliah Geografi Regional Indonesia, serta kedua orang tua yang selalu memberikan dukungan dan bimbingan dan temen-teman yang berpatisipasi dalam menyelesaikan makalah ini.
 Penyusun menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak  kekurangan. Oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran pada semua pihak demi perbaikan dan kesempurnaan makalah ini.
Akhir  kata, semoga makalah ini dapat berguna bagi penyusun khususnya dan bagi rekan-rekan mahasiswa yang lainnya pada umumnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.      
                                                       



Malang ,   November 2012












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
BAB I.  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang................................................................................... iii        
1.2  Rumusan Masalah.............................................................................. iv
1.3  Tujuan................................................................................................ v
 BAB II. PEMBAHASAN
2.1  Geografi Regional.............................................................................. 1
2.2  Geografi Regional Indonesia.............................................................
2.3  Pembagian Wilayah Indonesia...........................................................
2.4  Fisiografis Wilayah Indonesia...........................................................
2.5  Penduduk Indonesia..........................................................................
BAB III. PENUTUP....................................................................................
3.1  Kesimpulan........................................................................................
3.2  Saran .................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
                                                                                                                                   











BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
 Indonesia sebagai bagian dari wilayah di permukaan bumi dianggap sebagai suatu region berdasarkan kenyataan bahwa antar bagian wialayah Indonesia mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu, misalnya keamaan iklim, keamaan letak, kesamaan bahasa dan ideology, kesamaan budaya, dan yang paling penting secara hukum antar bagian wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan hukum Negara yang berasal dari wilayah bekas jajahan Hindia Belanda ditambah dua daerah istimewa, Derah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD)
Secara umum, Indonesia sebagai Negara kepulauan (archipelagic state) fisigrafis wilayah Indonesia yang terdiri dari 18.210 pulau memiliki kondisi fisiografis yang sangat kompleks, dari bentuk fisiografis yang sederhana sampai bentuk yang kompleks. Sebagian wilayah Indonesia berupa laut, yakni luas wilayah laut 5 juta km2, luas daratan sekitar 1,9 juta km2 dan pantai tropical terpanjang di dunia, yakni 81.000 km2.  Menurut letak geografisnya Indonesia terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, dan di antara dua samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Diketahui secara geografis wilayah Indonesia sangat luas, maka negara kita dikenal sebagai Negara Kepualauan atau Negara Maritim. Ini terbukti dari luas wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari pulau-pulau, dengan memiliki ± 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2
Berdasarkan letak astronomisnya indonesi berada diantara 6 drjt LU-11 drjt LS dan antara 95 drjt BT- 141 drjt BT
Secara administratif wilayah Indonesia dibagi menjadi 33 region (tahun 1976 ada 27 region, tahun 1999 dengan melepasnya Propinsi Timtim menjadi 26 region adminitratif, dan sejak tahun 1999 dengan lahirnya Undang-undang Nomorj 22 tentang Otonomi Daerah sampai saat ini region propinsi telah menjadi 33 region).
Flora dan Fauna di Indonesia dibagi menjadi 3 yang pembagiannya dibatasi oleh garis Wallace, Weber, dan Lydeker.
Berdasarkan klasifikasi iklim matahari ini Indonesia termasuk beriklim tropic, karena wilayah Indonesia berada di bawah lintang 33,5 baik di utara maupun di selatan
Persebaran penduduk Indonesia  dengan cirri- cirri sebagai berikut:
1.      Kelompok ras Austronesia-melanesoid (papua melanezoid), ada yang menyebar kearah barat dan ada yang menyebar kearah timur. Mereka yang menyebar kearah timur menduduki wilayah Indonesia bagian timur : Papua, Pulau Aru da Pulau Kai.
2.      Kelompok ras negroid , yang sekarang menjadi orang semang di semenanjung malaka , orang mikopsi di kepulauan Andaman
3.      Kelompok ras Weddoid, antara lain sakai di Siak Riau, orang Kudu di Sumatera Selatan , Jambi,  orang Tomuna di pulau muna , orang Enggano dipulau Enggano, dan orang mentawai di kepulauan mentawai.
4.      Kelompok ras Melayu Mongoloid, yang dibedakan menjadi dua golongan yaitu : Ras Proto Melayu ( Melayu Tua ) antara lain suku Batak, Toraja dan Dayak. Ras Deutro Melayu ( melayu muda ) antara lain suku Bugis, Madura, Jawa, dan Bali .
1.2  Rumusan Masalah
Dari uraian diatas maka maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana kondisi umum letak  geografis Indonesia?
2.      Bagaimana pengaruh letak astronomis Indonesia terhadap sifat dasar iklim di Indonesia?
3.      Faktor apa saja yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna di Indonesia?
2.3 Tujuan
            Tujuan dari penulisan makalah ini adalah
1.      Menjelaskan kondisi umum letak geografis Indonesia
2.      Menjelaskan pengaruh letak astronomis Indonesia tehadap sifat dasar iklim di Indonesia
3.      Menjelaskan faktor – faktor yang mempengaruhi persebaran Flora dan Fauna di Indonesia


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Geografi Regional
Geografi Regional merupakan deskripsi yang komprehensif-integratif aspek fisik dengan aspek manusia dalam relasi keruangannya di suatu wilayah. Geografi Regional adalah suatu bagian atau keseluruhan bagian yang didasarkan atas aspek keseluruhan suatu wilayah. Dapat pula dikatakan bahwa Geografi Regional sebagai suatu studi tentang variasi penyebaran gejala dalam ruang pada suatu wilayah teretentu, baik local, negara, maupun continental.
Pada Geografi Regional, seluruh aspek dan gejala geografi ditinjau dan dideskripsikan secara bertautan dalam hubungan integrasi, interelasi keruangannya. Melalui interpretasi dan analisa geografis regional ini, karakteristik suatu wilayah yang khas dapat ditonjolkan, sehingga perbedaan antar wilayah menjadi kelihatan jelas (Sumaatmadja, 1988
Berdasarkan struktur keilmuan geografi, maka geografi regional bukanlah salah satu cabang dari geografi manusia ataupun geografi fisik. Tetapi geografi regional merupakan bagian dari geografi yang bertugas untuk menjelaskan secara komprehensif segala keterkaitan (asosiasi, relasi, interelasi, interakasi, inter- dependensi) unsur fisik dan manusia yang ada pada suatu region tertentu pada waktu tertentu.
 Asosiasi dan korelasi gejala geografi di permukaan bumi secara dinamik, tidak hanya meliputi proses keruangannya saja, melainkan pula meliputi kronologi berdasarkan urutan waktunya.
2.2   Geografi Regional Indonesia
Berdasarkan pengertian Geografi Regional di atas, dapat dinyatakan bahwa Indonesia merupakan suatu region. Nama “Indonesia” untuk kepulauan nusantara pertama kali diperkenalkan oleh JR. Logan pada tahun 1850. Indonesia sebagai bagian dari wilayah di permukaan bumi dianggap sebagai suatu region berdasarkan kenyataan bahwa antar bagian wialayah Indonesia mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu, misalnya keamaan iklim, keamaan letak, kesamaan bahasa dan ideology, kesamaan budaya, dan yang paling penting secara hukum antar bagian wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan hukum Negara yang berasal dari wilayah bekas jajahan Hindia Belanda ditambah dua daerah istimewa, Derah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD).
 Bila dianalisis lebih lanjut menurut kriteria/konsep ideal sebuah region, wilayah Indonesia bukanlah satu region, tetapi menjadi beberapa region, kecuali apabila kriteria pengklasifikasian region itu dibuat secara makro, misalnya criteria 12 region berdasarkan iklim matahari, yang membagi dunia menjadi iklim tropik (0 - 23,50 LU/LS), subtropik (23,50LU/LS - 66,50 LU/LS), dan iklim polar (66,50 LU/LS - 900 LU/LS), maka seluruh bagian wilayah Indonesia dapat dinyatakan sebagai suatu region iklim tropic.
Bentuk-bentuk wilayah negara dilihat dari fisiografisnya terdiri dari bentuk kompak (contigous shape) dan tidak kompak (non-contigous shape). Bentuk kompak terdiri dari bentuk membulat dan memanjang (sejajar pantai dan tegak lurus pantai). Bentuk tidak kompak, terdiri dari bentuk fragmental (kepulauan), terpecah (broken shape), tersebar (scattered shape), dan lingkar laut (sircum marine).
Region Indonesia merupakan kepulauan (archipelagic state), yang berarti region ini berbentuk tidak kompak (noncontigues shape), tetapi terpisah-pisah oleh perairan. Meski demikian perairan tersebut dalam konsep negara kesatuan tidak menjadi batas pemisah antar wilayah/pulau karena adanya kesamaan/keseragaman tertentu.
Sebagai sebuah region yang luas (lebih dari 5 juta km2, dengan luas daratan ± 2.206.833 km2), Indonesia harus mempunyai batas-batas wilayah yang jelas dan dapat membedakan dengan wilayah lain. Batas wilayah diperlukan untuk keperluan pengelolaan, pengawasan dan perlindungan negara.
2.3  Pembagian Wilayah Indonesia
Indonesia merupakan region dalam skala besar yang dasar pengklasifikasian atau nomenclatur-nya lebih umum, sehingga apabila kita hendak membagi region Indonesia menjadi beberapa region yang lebih detail sangat dimungkinkan, misalnya region Indonesia dapat dibagi menjadi region/rezim iklim, region budaya, region persebaran binatang, region berdasarkan struktur geologisnya, dan lain-lain.
 Menurut letak geografisnya Indonesia terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, dan di antara dua samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Secara geografis wilayah Indonesia sangat luas, maka negara kita dikenal sebagai Negara Kepualauan atau Negara Maritim. Ini terbukti dari luas wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari pulau-pulau, dengan memiliki ± 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2
Berdasarkan letak astronomisnya Indonesia  berada diantara 6 drjt LU-11 drjt LS dan antara 95 drjt BT- 141 drjt BT.
1.      Region Administrasi
Secara administratif wilayah Indonesia dibagi menjadi 33 region (tahun 1976 ada 27 region, tahun 1999 dengan melepasnya Propinsi Timtim menjadi 26 region adminitratif, dan sejak tahun 1999 dengan lahirnya Undang-undang Nomor 22 tentang Otonomi Daerah sampai saat ini region propinsi telah menjadi 33 region).
 Penambahan jumlah propinsi sebanyak 7 buah, yakni Propinsi Kepulauan Riau (Kepri), Propinsi Banten, Propinsi Gorontalo, Propinsi Sulawesi Tengah, Propinsi Maluku Utara, Propinsi Irian dipecah menjadi 3 (Irian Jaya Barat, Tengah, dan Timur) sehingga Pulau Papua bertambah 2 propinsi. Secara administrative luas wilayah Indonesia adalah 5.000.000 m2, terdiri dari 2.206.833 km2 berupa daratan dan 3.000.000 km 2 berupa lautan.
2.      Region Geologis
Untuk dapat memahami karakteristik geologisnya Indonesia, perlu ditelusuri sejarah pembentukan awal kepulauan nusantara ini. Rutten yang didukung oleh Van Bemellen menyatakan bahwa awal pembentukan kepulauan nusantara dapat ditelusuri dari bukti-bukti, yakni dimuali dengan tenggelamnya Zone Anambas, yang merupakan Kontinen Asal, diperkirakan terjadi pada pada 300 juta tahun yang lalu (pada kurun geologi Devon). Tenggelamnya zone Anambas ini mengakibatkan wilayah di sekitarnya mencari keseimbangannya sendiri.
Dalam rangka mencari keseimbangan itulah berturut-turut bagianbagian dari muka bumi ini ada yang timbul kembali dan ada yang tenggelam secara perlahan-lahan dalam kurun waktu geologi tertentu (Sandy, 1996).Untuk sampai pada bentuknya yang sekarang, konon Landas K ontinen Sunda (Indonesia bagian barat) telah mengalami delapan kali/tahap pembentukan daratan (orogenesa).
Di bagian Indonesia timur kejadiannya hampir sama dengan bagian barat, Kontinen Asal di bagian timur oleh Van Bemmelen disebut Central Banda Basin atau yang kita kenal dengan nama Laut Banda—mengalami pembentukan sebanyak tujuh tahap.


Berdasarkan perkembangan geologi tersebut, dapat dinyatakan bahwa wilayah Indonesia merupakan titik temu dari tiga gerakan lempeng bumi, yakni : gerakan dari sistem Sunda di barat;  gerakan dari sistem pinggiran di Asia Timur;  gerakan dari sistem Sirkum Australia. Ketiga gerakan tersebut menyebabkan Indonesia menjadi jalur vulkanisme (pada jalur luar/outer) dan gempa yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia Indonesia.
Akibat banyaknya vulkan, maka tanah Indonesia menjadi tanah yang subur sehingga dapat memberi penghidupan/bahan pangan bagi penduduk, disamping kadangkala membawa malapetaka. Karena Indonesia merupakan jalur vulakanisme (terangkai melalui sebuah busur yang terbentang dari Pulau We sampai ke Indonesia bagian timur (Maluku) dan juga Sulawesi, sampai ke Kepulauan Sangihe dan talaud, maka di Indonesia terdapat banyak vulkan (gunung api), kurang lebih berjumlah 129 vulkan.
Regionalisasi wilayah Indonesia berdasarkan kondisi geologisnya secara detail dapat dilihat kembali pada catatan kuliah Geologi Indonesia
3.       Region Fauna dan flora
Region fauna menurut para ahli berkaitan dengan kondisi geologis. Ada perbedaan yang nyata, antara dunia binatang dan dunia tumbuhan di berbagai wilayah kepulauan nusantara. Ada tiga (3) daerah fauna di Indonesia yang pembagiannya dibatasi oleh garis Wallace, Weber, dan Lydeker.
Orang pertama yang melakukan regionalisasi flora dan fauna di Indonesia adalah Alfred Russel Wallace seorang ahli ilmu alam yang selama 8 tahun (1854-1862) melakukan penjelajahan di kepulauan nusantara. Ia membatasi region berdasarkan tempat persebarannya, yakni untuk wilayah Landas Kontinen Sunda (wilayah Indonesia bagian barat) yang dibedakan dari region fauna-flora di sebelah timurya. Sesuai dengan nama pemberi batasnya, garis tersebut dinamakan Garis Wallace. Batas region flora-fauna di sebelah timur dibuat oleh Weber, yakni untuk membedakan flora-fauna yang berada di landas kontinen Sahul dengan flora-fauna di bagian timurnya. Garis tersebut dinamakan garis Weber.
 Namun demikian, ternyata di landas kontinen Sahul ini masih terdapat kekhasan lagi, terutama di Maluku-Halmahera, sehingga diberi batas dengan garis Lydeker. Garis Lydeker membedakan flora fauna landas Kontinen Sahul dengan region Australis. Fauna di Indonesia bagian barat dikenal dengan kelompok fauna asiatis. Fauna di Indonesia bagian tengah merupakan fauna peralihan antara fauna Asiatis dengan fauna Australis. Fauna di Indonesia bagian timur ditempati oleh fauna Australis.
4.       Region budaya
Region budaya di Indonesia biasanya dibagi berdasar budaya suatu suku/ras yang besar, misalnya Region Budaya Jawa, Region budaya Sunda, Region Budaya Melayu, dan lain-lain. Budaya mempunyai cakupan yang luas, sehingga region budaya dapat dibuat berdasarkan unsure budaya tersebut, misal: unsur bahasa, kesenian, mata pencaharian, adat-istiadat, makanan khas, bentuk tempat tinggal, dan lain-lain.
5.      Region Aktivitas Penduduk
Aktivitas utama penduduk suatu wilayah kemungkinan berbeda dengan aktivitas penduduk di wilayah lainnya. Oleh karena itu aktivitas penduduk yang biasanya diidentikkan dengan mata pencaharian dapat dijadikan dasar untuk melakukan regionalisasi, misalnya ada region pertanian, region perdagangan, region nelayan, dan lain-lain.
6.      Region iklim
Iklim adalah unsur geografis yang sangat penting dalam mempengaruhi kehidupan manusia. Sangat pentingnya kedudukan iklim ini didasarkan atas kenyataan bahwa manusia tidak dapat menghindarkan diri dari pengruhnya dan tidak dapat pula manusia mengendalikannya (Sandy, 1996).
Ada empat sifat dasar iklim di yang ditentukan oleh faktor-faktor letak dan sifat kepulauan, yakni :
1.      Indonesia mempunyai iklim yang panas (suhu rata-rata tahunan tinggi), karena letaknya di sekitar garis katulistiwa.
2.      kondisi Indonesia yang berupa kepulauan, yang tentu saja diselingi laut dan selat yang menyelingi pulau-pulau tersebut menyebabkan perbedaan suhu harian (amplitudo) antara siang dan malam relative kecil, mengakibatkan pula kelembaban udara selalu tinggi, bahkan di daerah-daerah yang dianggap kering seperti di Nusa Tenggara Timur sekalipun kelembaban udara masih sekitar 70-80 %. Dengan demikian, angin yang berhembus di Indonesia terasa nyaman, tidak kering dan panas sebagaimana di Negara-negara yang jauh dari laut atau negara-negara arid. Kedaan udara Indonesia yang selalu lembab/basah inilah maka iklim Indonesia disebut iklim tropic basah.
3.      letak kepulauan Indonesia yang berada diantara posisi silang Benua Asia dan Australia, dengan musim yang berlawanan menyebabkan berhembusnya angin musim di atasnya, serta membawa pergiliran musim hujan dan musim kemarau di kepulauan Indonesia. Di Indonesia hanya terdapat dua musim, karena letak Indonesia yang berada diantara garis lintang yang menjadi tempat peredaran semu matahari (disebut peredaran semu karena sesungguhnya bukan posisi mataharinya yang berubah, tetapi posisi buminya yang berubah terhadap matahari ketika bumi sedang berrevolusi mengitari matahari), dimana posisi matahari ini mempengaruhi sistem tekanan udara dan penguapan air laut yang merupakan bagian dari siklus hidrologi (hujan).
4.      Indonesia bebas dari angin siklon dan anti siklon, karena angin siklon terjadi di daerah lintang ≥100 LU/LS.
 Iklim Matahari Pembagian iklim yang didasarkan pada garis lintang dan atas
kedudukan letak semu matahari terhadap permukaan bumi, dan temperatur. Iklim ini dibagi menjadi 3, yakni : iklim tropis, iklim sedang, dan iklim kutub.
1)      Iklim tropic terletak diantara 23,50 LU/LS, dengan temperature bulan terdingin lebih besar dari 180 C.
2)      Iklim sedang terletak diantara 23,50 LU/LS – 66,50 LU/LS, temperature bulan terdingin < 100 C.
3)      Iklim Kutub, terletak di antara 66,50 C – 900 C.
Berdasarkan klasifikasi iklim matahari ini Indonesia termasuk beriklim tropic, karena wilayah Indonesia berada di bawah lintang 33,5 baik di utara maupun di selatan.
2.4   Fisiografis Wilayah Indonesia
Secara umum, Indonesia sebagai Negara kepulauan (archipelagic state) fisigrafis wilayah Indonesia yang terdiri dari 18.210 pulau memiliki kondisi fisiografis yang sangat kompleks, dari bentuk fisiografis yang sederhana sampai bentuk yang kompleks. Sebagian wilayah Indonesia berupa laut, yakni luas wilayah laut 5 juta km2, luas daratan sekitar 1,9 juta km2 dan pantai tropical terpanjang di dunia, yakni 81.000 km2.
 Pembagian wilayah fisiografis Indonesia secara menyeluruh sulit dilakukan mengingat masing-masing pulau memiliki kompleksitas penampakan sendiri-sendiri. Oleh karena itu beberapa ahli geologi acapkali membahas kondisi fisiografis indoenesia secara umum berdasarkan pulau-puau besar.
 Kondisi Geologis
 Sejarah geologis wilayah Indonesia dalam kajian geografi regional, pembahasan kondisi regional dapat dilakukan dengan satuan wilayah secara sempit maupun luas misalnya: Vulkanisme dan kegempaan, Potensi geologis, Pengaruh kondisi geologis terhadap kehidupan penduduk
 Kondisi Geomorfologis
a. Pembagian wilayah geomorfologis
b. Pengaruh kondisi geomorfologis terhadap kehidupan penduduk
Kondisi Hidrologis
a. Sungai
b. Air tanah
c. Danau, rawa,
d. Laut
e. Pengaruh kondisi hidrologis terhadap kehidupan penduduk
Kondisi Meteorologis dan Klimatologis
a. Curah hujan
b. Temperatur
c. Angin
d. Kelembaban
e. Pengaruh Kondisi Meteorologis dan klimatologis terhadap kehidupan penduduk
2.5  Penduduk Indonesia
Menurut para ahli ilmu Geologi , kepulauan Indonesia yang merupakan gugusan yang terpanjang dan terbesar di dunia. Terbukti bahwa Indonesia rupakan Negara kesatuan yang masyarakatnya majemuk yang terdiri dari beberapa suku bangsa yang menyebar dari pulau we  sabang ( ujung sumatera utara) sampai merauke ( ujung papua) . keanekaragaman suku-bangsa ini tentunya seperti yang telah disebutkan bahwa Indonesia terletak di Cross position ( posisi silang). Bukan saja suku bangsa atau ras yang beraneka ragam di Indonesia tetapi juga keanekaragaman kepercayaan (agama) dan bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan dan bahasa – bahasa daerah yang menjadi identitas kesukuan.
Sebagai daerah lintasan dan menjadi tempat tujuan setiap orang yang melaluinya bahkan hal itu sudah terjadi sejak satu juta tahun yang lalu pada zaman prasejarah . seperti persebaran manusia dengan cirri- cirri sebagai berikut:
1.      Kelompok ras Austronesia-melanesoid ( papua melanezoid), ada yang menyebar kearah barat dan ada yang menyebar kearah timur. Mereka yang menyebar kearah timur menduduki wilayah Indonesia bagian timur : Papua, Pulau Aru da Pulau Kai.
2.      Kelompok ras negroid , yang sekarang menjadi orang semang di semenanjung malaka , orang mikopsi di kepulauan Andaman
3.      Kelompok ras Weddoid, antara lain sakai di Siak Riau, orang Kudu di Sumatera Selatan , Jambi,  orang Tomuna di pulau muna , orang Enggano dipulau Enggano, dan orang mentawai di kepulauan mentawai.
4.      Kelompok ras Melayu Mongoloid, yang dibedakan menjadi dua golongan yaitu : Ras Proto Melayu ( Melayu Tua ) antara lain suku Batak, Toraja dan Dayak. Ras Deutro Melayu ( melayu muda ) antara lain suku Bugis, Madura, Jawa, dan Bali








BAB III
PENUTUP

3.I KESIMPULAN
            Indonesia merupaka Negara kepulauan yang memiliki keragaman bentuk muka bumi yang sangat komplek  baik di daratan maupun didasar laut . Selain keragaman bentuk muka bumi Indonesia juga diperkaya dari letak geografis maupun letak astonomis. Letak astronomis berpengaruh terhadap iklim sedangkan letak geografis berpengaruh terhadap keadaan alam maupun penduduknya. Indonesi juga meliki keragaman budaya berdasarkan suatu suku/ ras yang besar. Kondisi yang demikian ini ternyata memiliki hubungan yang erat dengan segala aktifitas manusianya atau dalam kata lain bahwa kondisi suatu wilayah tidak akan terlepas dari keadaan fisiknya .
Diketahui secara geografis wilayah Indonesia sangat luas, maka negara kita dikenal sebagai Negara Kepualauan atau Negara Maritim. Ini terbukti dari luas wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari pulau-pulau, dengan memiliki ± 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2
Berdasarkan letak astronomisnya Indonesia  berada diantara 6 drjt LU-11 drjt LS dan antara 95 drjt BT- 141 drjt BT
 Menurut letak geografisnya Indonesia terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, dan di antara dua samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.Letak geografis ini sangat strategis untuk negara Indonesia, sebab tidak hanya kondisi alam yang mempengaruhi kehidupan penduduk Indonesia, tetapi juga lintas benua dan samudera ini berpengaruh terhadap kebudayaan yang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan asing, yakni dalam bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama dengan keanekaragaman suku-bangsa yang kita miliki.
3.2 SARAN





DAFTAR PUSTAKA

I Made Sandy, 1996. Republik Indonesia Geografi Regional. Jakarta: Penerbit Jurusan Geografi FMIPA Universitas Indonesia-PT. Indograph Bakti.
Suparmat, 1989. Geografi Regional Negara Berkembang. Jakarta: Ditjen Pendidikan Tinggi.
Yakub Rais (ed), 2004. Menata Ruang Laut Terpadu. Jakarta: Pradi Paramitha
Sukardi, 2009. Letak Indonesia.( online )
(http://mr-geo-mtsn.blogspot.com/2009/07/letak-indonesia.html. akses: 31  oktober 2012)
arvie.2011. Peredaran Semu Matahari. (online)
(http://jidaimnida.blogspot.com/ 2011/11/peredaran-semu-tahunan-matahari.html. akses: 31 oktober  2012.)
Ratna anggun,2010. Keadaan Alam Indonesia . (online)
(http://uletapi.blogspot .com/2010/01/keadan-alam-indonesia.html. akses 31 oktober 2012)

 









 







0 komentar:

Poskan Komentar